KASUS-KASUS CYBERCRIME

images (1)

 

Sebagaimana dunia memiliki 7 keajaiban dunia di dalam cybercrime juga terdapat 7 besar kriminal-kriminal di dunia maya yang terjadi di beberapa negara,meskipun nama-nama mereka adalah samaran tapi mereka nyata adanya. Mereka-mereka tersebut diantaranya:

1. Kodiak

Tahun 1994, Kodiak mengakses rekening dari beberapa pelanggan perusahaan besar pada bank utama dan mentransfer dana ke rekening yang telah disiapkan oleh kaki tangan mereka di Finlandia, Amerika Serikat, Jerman, Israel dan Inggris. Dalam tahun 2005, dia dijatuhi hukuman dan dipenjara selama tiga tahun. Diperkirakan Kodiak telah mencuri sebesar 10,7 juta dollar

2. Don Fanucci

Di usia 15 tahun, Don Fanucci melakukan suatu rangkaian serangan pada bulan Februari 2000 terhadap beberapa situs web komersil ber-traffick tinggi. Dia dihukum tahanan kota di tempat tinggalnya, Montreal, Quebec, pada 12 September 2001 selama delapan bulan dengan penjagaan terbuka, satu tahun masa percobaan, pembatasan pemakaian internet, dan denda. Kerusakan ekonomi secara global sebagai akibat serangan-serangannya itu diyakini mencapai 7,5 juta hingga 1,2 milyar dollar

3. Pox

Salah satu pencipta virus emailLove Bug” (iloveyou), Pox, diduga telah menginfeksi dan melumpuhkan lebih dari 50 juta komputer dan jaringan pada 4 Mei 2000. Virus tersebut juga menyerang komputer-komputer milik Pentagon, CIA dan organisasi-organisasi besar lainnya dan menyebabkan kerugian berjuta-juta dolar akibat kerusakan-kerusakan. Karena Pilipina tidak mempunyai undang-undang yang melawan kejahatan hacking komputer, Fox tidak pernah didakwa atas kejahatan-kejahatannya.

4. Mishkal

Mishkal dituduh sebagai salah satu godfather pemalsu kartu kredit di Eropa Timur. Dia dan rekanan-rekanannya dituduh memproduksi secara masal kartu kredit dan debet palsu. Pada satu titik, mereka dilaporkan memiliki pendapatan hingga 100.000 dollar per hari. Dia ditangkap namun kemudian dibebaskan setelah enam bulan ditahan, dan dengan segera dicarikan kedudukan di pemerintahan Ukrainia, sebuah posisi yang akan memberikan kepadanya kekebalan otomatis dari penuntutan lebih lanjut.

5. The Wiz dan Piotrek

The Wiz, 23 tahun, dan Piotrek, 27 tahun, dari Chelyabinsk, Rusia, dihukum untuk sejumlah tuntutan perkomplotan, berbagai kejahatan komputer, dan penipuan mengikat melawan lembaga-lembaga keuangan di Seattle, Los Angeles dan Texas. Di antaranya, mereka mencuri database dari sekitar 50.000 kartu kredit. Keduanya didenda dan dihukum sedikitnya tiga tahun penjara.

6. Roper, Red_Skwyre, dan Dragov

Tiga orang ini adalah inti dari jaringan kejahatan dunia maya dengan memeras uang dari bank-bank, Kasino-kasino internet, dan berbagai bisnis berbasis web lainnya. Strategi mereka sederhana, yakni meng-hack dan menahan proses transaksi rekening untuk sebuah tebusan sebesar 40.000 dollar. Didakwa menyebabkan kerusakan langsung lebih dari 2 juta poundstarling dan kerusakan-kerusakan tidak langsung sekitar 40 juta poundstarling. Dalam bulan Oktober 2007, trio itu dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman delapan tahun penjara.

7. Bandit

Bandit memanipulasi kira-kira 500.000 komputer dan menyewakannya untuk aktivitas kejahatan. Dia ditangkap pada bulan November 2005 dalam sebuah operasi FBI, dan dihukum 60 bulan penjara, dan diperintahkan untuk menyerahkan sebuah mobil mewahnya seharga 58.000 dollar yang berasal dari hasil kejahatannya. Dia juga diperintahkan untuk membayar 15.000 dollar sebagai ganti rugi kepada pemerintah Amerika Serikat untuk komputer-komputer militer yang terinfeksi.

Di Indonesia sendiri banyak terjadi kasus cybercrime belakangan ini antara lain

1. Penipuan melalui jejaring sosial facebook

polisi-bekuk-dua-pelaku-penipuan-via-facebook-_big__20120818215847_file_vino_cms

Subdit IV Cyber Crime kembali mengungkap penipuan melalui media internet dengan modus menawarkan barang-barang elektronik. Pelaku membobol akun facebook orang lain kemudian menambah pertemanan hingga ribuan orang. Kemudian menawarkan barang-barang elektronik dengan harga murah. Untuk meyakinkan korbannya, pelaku mengaku sebagai bagian marketing dan berusaha meyakinkan bahwa barang akan dikirim melalui TIKI JNE apabila DP surah dikirim ke rekening pelaku. Setelah DP dikirim, seolah-olah ada yang menelepon korban mengaku sebagai bagian pengiriman barang dan mengatakan bahwa barang sudah dikirim. Untuk meyakinkan korbannya, pelaku mengirimkan resi pengiriman. Keesokan harinya korban mendapat telepon mengaku bagian pengiriman dan menginformasikan bahwa telah terjadi kelebihan jumlah ítem yang dikirimkan dan mengharuskan korban untuk membayar saja kelebihan barang yang dikirimkan tersebut dengan iming-iming diberikan diskon karena hal tersebut adalah kesalahan bagian pengiriman. Korban pun banyak yang tergiur dengan penawaran pelaku kemudian dengan mudahnya mentransfer uang ke rekening pelaku.

2. Judi online

tumblr_m8tswz7nR31ruxc4x

Perjudian online di internet daftar situs judi online di internet memang kian menjamur, Satuan Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menggrebek tempat judi online Piala Dunia beromset miliaran rupiah di Apartemen Mediterania Gajah Mada, Jakarta Barat. Tersangka RK adalah pemilik website judi online, PB berperan sebagai operator atau admin, dan RS adalah penghubung antara RK dengan pengelola website http://www.sbobet.com dan http://www.ibcbet.com.

3. Prostitusi online

thumb

Pria WH,29, pengelola sekaligus pemilik situs prostitusi http://www.cewebisyar.com tak berdaya saat polisi menyantroni rumahnya. “Tersangka selain pengelola juga pemilik rekening tempat uang masuk dari pria hudung belang,“ kata seorang anggota Reskrim. Diungkapkannya, awalnya WH tak mengaku kalau dia membuka bisnis prostitusi melalui dunia maya. Setelah beberapa barang bukti ditunjukkan, dia tak bisa mengelak dan akhirnya mengaku. Kini tersangka ada di Mapolrestanes Bandung menjalani pemeriksaan

Kasus Selengkapnya ada dalam  http://www.reskrimsus.metro.polri.go.id/

ETIKA BERINTERNET

i

Internet singkatan dari (interconnection-networking) yaitu sebuah sistem global jaringan komputer yang saling menghubungkan antara satu dengan yang lain di seluruh penjuru dunia. Adapaun standar yang digunakan disebut Internet Protocol Suite (TCP/IP). Komputer yang terhubung ke internet dapat melakukan aktifitas pertukaran data dengan cepat. Internet pertama kali muncul di Amerika Serikat yang di gagas oleh Departemen Pertahanan pada tahun 1969, melalui proyek ARPA disebut juga ARPANET (Advanced Research Project Agency Network).

Beberapa alasan mengapa internet memberikan dampak besar dalam segala aspek kehidupan:

  1. informasi di internet dapat diakses 24 jam
  2. biaya relatif murah dan bahkan gratis
  3. kemudahan akses informasi dalam melakukan transaksi
  4. kemudahan membangun relasi dengan pelanggan
  5. materi dapat di up-date dengan mudah
  6. pengguna internet telah merambah ke segala penjuru dunia

Berikut ini 5 konsep etika di dunia online yang harus diperhatikan bagi para user/pengguna internet:

1. hargai orang lain

Etika pertama di dunia maya adalah selalu diingat bahwa mereka yang ada di balik layar juga seorang manusia. Perlakukan mereka dengan baik seperti halnya kita yang juga ingin diperlakukan dengan baik. Ketika kita menghina orang lain dengan memposting kalimat ‘rendahan’ padanya.

2. standar yang sama

Dunia internet memungkinkan kita untuk mencari informasi serta berinteraksi dengan orang lain dimanapun mereka berada selama sama-sama mampu mengakses jaringan internet, sehingga pada intinya kegiatan interaksi antara di dunia nyata dengan interaksi di dunia maya adalah sama.

3. melihat tempat

Ada banyak ‘tempat’ di internet yang dapat kita masuki, seperti halnya ‘tempat’ sosial semisal twitter/facebook, ‘tempat’ yang lebih khusus semisal forum yang mendiskusikan suatu topik tertentu, ataupun ‘tempat’ khusus seperti halnya email. Perhatikan dengan baik di tempat manakah kita sedang berada di internet sehingga kita akan mampu menyesuaikan apa yang semestinya kita lakukan dan apa yang semestinya tidak kita lakukan

4. hargai waktu

Berselancar di dunia maya memang mengasyikkan dan menjadikan kita terkadang lupa waktu. Sebenarnya tidak mengapa ketika hal tersebut berkaitan dengan kegiatan berinternet ataupun berkaitan dengan pekerjaan.

Teknologi informasi dan komputer (TIK) dalam kontek yang lebih luas merangkum semua aspek yang berhubungan denganmesin (komputer dan telekomunikasi) dengan teknik yang digunakan untuk menangkap (mengumpulkan), menyimpan, memanipulasi, menghantarkan dan menampilkan suatu bentuk informasi.

Untuk menerapkan etika TIK di perlukan terlebih dahulu mengenal dan memaknai prinsip yang terkandung di dalam TIK di antaranya adalah:

  1. tujuan teknologi informasi  yaitu memberikan kepada manusia untuk menyelesaikan masalah, menghasilkan kreatifitas yaitu membuat manusia lebih berkaria jika tanpa menggunakan teknologi informasi dan aktivitasnya
  2. Prinsip High–tech–high–touch yaitu jangan memiliki ketergantungan terhadap teknologi tercanggih tetapi lebih penting adalah meninggkatkan kemampuan aspek “high touch“ yaitu “manusia”
  3. Sesuaikan tenologi informasi terhadap manusia : seharusnya teknologi informasi dapat mendukung segala aktivitas manusia yang harus menyesuaikan teknologi informasi

Beberapa etika yang harus diperhatikan dalam penggunaan TIK antara lain:

  1. Menggunakan fasilitas TIK untuk melakukan hal yang bermanfaat
  2. Tidak memasuki sistem informasi orang lain secara illegal
  3. Tidak memberikan user ID dan password kepada orang lain untuk masuk ke dalam sebuah sistem dan tidak diperkenankan pula untuk menggunakan user ID orang lain untuk masuk ke sebuah sistem
  4. Tidak mengganggu dan atau merusak sistem informasi orang lain dengan cara apa pun
  5. Menggunakan alat pendukung TIK dengan bijaksana dan merawatnya dengan baik
  6. Tidak menggunakan TIK dalam melakukan perbuatan yang melanggar hukum dan norma-norma yang berlaku di masyarakat
  7. Menjunjung tinggi Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI), misalnya pencantuman url website yang menjadi referensi tulisan kita baik di media cetak atau elektronik
  8. Tetap bersikap sopan dan santun walaupun tidak bertatap muka secara langsung

CYBERCRIME

27-cybercrime

Cybercrime berasal dari kata cyber yang berarti dunia maya atau internet dan crime yang berarti kejahatan. Jadi secara asal kata cybercrime mempunyai pengertian segala bentuk kejahatan yang terjadi di dunia maya atau internet.

Cybercrime memiliki karakteristik unik yaitu:

  1. Ruang lingkup kejahatan
  2. Sifat kejahatan
  3. Pelaku kejahatan
  4. Modus kejahatan
  5. Jenis kerugian yang ditimbulkan

Dari beberapa karakteristik diatas, untuk mempermudah penanganannya maka cybercrime dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

1. Cyberpiracy

Cyberpiracy adalah penggunaan teknologi komputer untuk mencetak ulang software atau informasi, lalu mendistribusikan informasi atau software tersebut lewat teknologi komputer.

2. Cybertrespass

Cybertrespass adalah penggunaan teknologi komputer untuk meningkatkan akses pada sistem komputer suatu organisasi atau individu.

3. Cybervandalism

Cybervandalism adalah penggunaan teknologi komputer untuk membuat program yang menganggu proses transmisi elektronik, dan menghancurkan data dikomputer.

images

Pelaku cybercrime terbagi atas:

1. Hacker

Sekumpulan orang/team yang tugasnya membangun serta menjaga sebuah sistem sehingga dapat berguna bagi kehidupan dunia teknologi informasi, serta penggunanya. Hacker disini lingkupnya luas bisa bekerja pada field offline maupun online, seperti software builder (pembuat/perancang aplikasi), database administrator, dan administrator.

2. Cracker

Seorang/sekumpulan orang yang memiliki kemampuan lebih dalam merusak sebuah sistem sehingga fungsinya tidak berjalan seperti normalnya. Biasanya cracker ini belum dikategorikan kejahatan di dunia maya, karena mereka lebih sering merubah aplikasi, seperti membuat keygen, crack, patch (untuk menjadi full version).

3. Defacer

Seorang/Sekumpulan orang yang mencoba untuk mengubah halaman dari suatu website atau profile pada social network  (friendster, facebook, myspace), namun yang tingkatan lebih, dapat mencuri semua informasi dari profil seseorang.

4. Spammer

Seorang/sekumpulan orang yang mencoba mengirimkan informasi palsu melalui media online seperti internet, biasanya berupa email, orang-orang ini mencoba segala cara agar orang yang dikirimi informasi percaya terhadap mereka sehingga next step untuk mendapatkan kemauan si spammer ini berjalan dengan baik.

Kerugian-kerugian yang ditimbulkan cybercrime diantaranya sebagai berikut:

  1. Pencemaran nama baik seperti kasus yang menimpa Prita Mulyasari yang menulis keluh kesahnya terhadap pelayanan  RS.Omni Internasional sehingga menyeretnya ke pengadilan walaupun akhirnya pihak penggugat membatalkan gugatannya sehingga Prita terbebas dari jeratan hukum dan denda
  2. Kehilangan sejumlah data sehingga menyebabkan kerugian yang tak ternilai harganya terutama data yang bersifat sangat rahasia dan penting
  3. Kerusakan data akibat ulah cracker yang merusak suatu sistem komputer sehingga kinerja suatu lembaga yang bersangkutan menjadi kacau.
  4. Kehilangan materi yang cukup besar akibat ulah carder yang berbelanja dengan kartu kredit atas identitas milik korban
  5. Rusaknya software dan program komputer akibat ulah seseorang dengan menggunakan virus komputer

PROFESIONALISME KERJA BIDANG IT

team

Profesionalisme (profésionalisme) ialah sifat-sifat (kemampuan, kemahiran, cara pelaksanaan sesuatu dan lain-lain) sebagaimana yang sewajarnya ter­dapat pada atau dilakukan oleh seorang profesional. Profesionalisme berasal daripada profesion yang bermakna berhubungan dengan profesion dan memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya, (KBBI, 1994). Jadi, profesionalisme adalah tingkah laku, kepakaran atau kualiti dari seseorang yang profesional (Longman, 1987).

Teknologi Informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintahan dan merupakan informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan.

Bidang keahlian dibidang pengembangan sistem informasi (System Developer) mencakupi 3(tiga) bidan keahlian, yaitu:

1. Programer

Pemrogram komputer umumnya dikelompokkan atas dua kelompok utama yaitu pemrogram aplikasi dan pemrogram sistem, juga bisa di bedakan melalui kategori pemrograman berbasis aplikasi dan pemrograman berbasis web. Pemrogram aplikasi menulis program untuk menangani sebuah tugas khusus seperti program untuk melacak persediaan barang dalam suatu organisasi. Pemrogram sistem menulis program yang berfungsi untuk memelihara dan mengendalikan perangkat lunak sistem komputer seperti sistem operasi dan sistem manajemen basis data.

2. System Analyst

System Analyst atau analis sistem adalah seseorang yang bertanggung jawab atas penelitian, perencanaan, pengkoordinasian, dan merekomendasikan pemilihan perangkat lunak dan sistem yang paling sesuai dengan kebutuhan organisasi bisnis atau perusahaan. Analis sistem memegang peranan yang sangat penting dalam proses pengembangan sistem. Seorang analis sistem harus memiliki setidaknya empat keahlian: analisis, teknis, manajerial, dan interpersonal (berkomunikasi dengan orang lain).

3. Project Manager

Definisi manajer proyek menurut Project Mangement Body of Knowledge Guide (PMI 2001) mengatakan bahwa manajer proyek seseorang yang bertanggung jawab dalam mengurus sebuah proyek. Menurut Ritz (1994) seorang manajer proyek berasal dari suatu institusi atau seorang pengusaha yang sinonim dengan pengurus,eksekutif, supervisor dan boss. Seorang manajer proyek mempunyai tanggung jawab yang utama dalam memastikan bahwa suatu proyek diterapkan menurut rencana proyek. Manajer proyek mempunyai jarak interaksi yang luas di dalam dan di luar lingkungan proyek itu.

Sumber:  http://id.wikipedia.org/wiki/Analis_sistem
         http://freezcha.wordpress.com/2011/05/17/manajer-proyek/
         http://id.wikipedia.org/wiki/Pemrogram
         http://ms.wikipedia.org/wiki/Profesionalisme

ETIKA PROFESI

ethics-9651

Etika berasal dari bahasa Yunani yaitu “ethos” yang berarti adat istiadat atau kebiasaan baik. Etika (ethic) adalah sekumpulan azas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak, tata cara (adat, sopan santun) mengenai benar salah tentang hak dan kewajiban yang dianut oleh suatu golongan atau masyarakat. Menurut Martin [1993], etika didefinisikan sebagai the discipline which can act as the performance index or reference for our control system“.

Jenis-jenis etika antara lain :

1. Etika Filosofis

Etika filosofis secara harfiah (fay overlay) dapat dikatakan sebagai etika yang berasal dari kegiatan berfilsafat atau berpikir, yang dilakukan oleh manusia. Karena itu, etika sebenarnya adalah bagian dari filsafat, etika lahir dari filsafat. Dua sifat etika filosofis:

a. non-empiris

 Filsafat digolongkan sebagai ilmu non-empiris. Etika tidak hanya berhenti pada apa yang kongkret yang secara faktual dilakukan, tetapi bertanya     tentang apa yang seharusnya dilakukan atau tidak boleh dilakukan.

b. praktis

Cabang-cabang filsafat berbicara mengenai sesuatu “yang ada”, etika sebagai cabang filsafat bersifat praktis karena langsung berhubungan dengan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan manusia

2. Etika Teologis

Etika teologis adalah etika yang mengajarkan hal-hal yang baik dan buruk berdasarkan ajaran-ajaran agama. Etika ini memandang semua perbuatan moral sebagai:

  1. Perbuatan-perbuatan yang mewujudkan kehendak Tuhan ataub sesuai dengan kehendak Tuhan
  2. Perbuatan-perbuatan sbegai perwujudan cinta kasih kepada Tuhan
  3. Perbuatan-perbuatan sebagai penyerahan diri kepada Tuhan

Setiap agama dapat memiliki etika teologisnya yang unik berdasarkan apa yang diyakini dan menjadi sistem nilai-nilai yang dianutnya. Dalam hal ini, antara agama yang satu dengan yang lain dapat memiliki perbedaan di dalam merumuskan etika teologisnya.

3. Etika Sosiologis

Etika ini menitik beratkan pada keselamatan ataupun kesejahteraan hidup bermasyarakat. Etika sosiologis memandang etika sebagai alat mencapai keamanan, keselamatan, dan kesejahteraan hidup bermasyarakat. Jadi etika sosiologis lebih menyibukkan diri dengan pembicaraan tentang bagaimana seharusnya seseorang menjalankan hidupnya dalam hubungannya dengan masyarakat.

4. Etika Deskriptif dan Etika Normatif

a. etika deskriptif

Etika ini berusaha meneropong secara kritis dan rasional sikap dan perilaku manusia dan apa yang dikejar oleh manusia dalam kehidupan sebagai sesuatu yang bernilai. Dengan demikian etika ini berbicara tentang realitas penghayatan nilau, namun tidak menilai. Etika ini hanya memaparkab, karenyanya dikatakan bersifat diskriptif.

b. etika normatif

Dalam pergaulan sehari-hari kita menemukan berbagai etika normative yang menjadi pedoman bagi manusia untuk bertindak. Norma-norma tersebut sekaligus menjadi dasar penilaian bagi manusia baik atau buruk, salah atau benar. Secara umum norma-norma tersebut dikelompokkan menjadi dua yaitu:

  1)  norma khusus

Norma khusus adalah norma yang mengatur tingkah laku dan tindakan manusia dalam kelompok/bidang tertentu

  2) norma umum

Norma umum bersifat universal, yang artinya berlaku luas tanpa membedakan kondisi atau situasi, kelompok orang tertentu. Secara umum norma umum dibagi menjadi tiga bagian yaitu:

– Norma sopan santun; norma ini menyangkut aturan pola tingkah laku dan sikap lahiriah seperti tata cara berpakaian, cara bertamu, cara duduk

– Norma hukum; norma ini sangat tegas dituntut oleh masyarakat. Alasan ketegasan tuntutan ini karena demi kepentingan bersama

– Norma moral; norma ini mengenai sikap dan perilaku manusia sebagai manusia. Norma moral menjadi tolok ukur untuk menilai tindakan seseorang itu baik atau buruk, oleh karena ini bobot norma moral lebih tinggi dari norma sebelumnya

Online-Ethics

Etika profesi menurut Keiser ( Suhrawardi Lubis, 1994:6-7 ) adalah sikap hidup berupa keadilan untuk memberikan pelayanan professional terhadap masyarakat dengan penuh ketertiban dan keahlian sebagai pelayanan dalam rangka melaksanakan tugas berupa kewajiban terhadap masyarakat.

Kode etik profesi adalah system norma, nilai dan aturan professional tertulis yang secara tegas menyatakan apa yang benar dan baik, dan apa yang tidak benar dan tidak baik bagi professional. Kode etik menyatakan perbuatan apa yang benar atau salah, perbuatan apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dihindari. Tujuan kode etik yaitu agar professional memberikan  jasa sebaik-baiknya kepada pemakai atau nasabahnya. Dengan adanya kode etik akan melindungi perbuatan yang tidak professional.

Tiga fungsi dari kode etik profesi antara lain:

  1. Kode etik profesi memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi  tentang prinsip profesionalitas yang digariskan
  2. Kode etik profesi merupakan sarana kontrol sosial bagi masyarakat  atas profesi yang bersangkutan
  3. Kode etik profesi mencegah campur tangan pihak diluar organisasi  profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi
sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Etika    
         http://id.wikipedia.org/wiki/Analis_sistem
         http://freezcha.wordpress.com/2011/05/17/manajer-proyek/
         http://id.wikipedia.org/wiki/Pemrogram
         http://ms.wikipedia.org/wiki/Profesionalisme

CYBERLAW

handcuffed keyboard computer

Cyberlaw adalah hukum yang digunakan di dunia maya (cyber space) yang umumnya diasosiasikan dengan internet. Cyberlaw sendiri merupakan istilah yang berasal dari cyberspace law. Cyberlaw akan memainkan perannya dalam dunia masa depan, karena nyaris tidak ada lagi segi kehidupan yang tidak tersentuh oleh keajaiban teknologi dewasa ini dimana kita perlu sebuah perangkat aturan main di dalamnya.

Di Indonesia undang-undang yang mengatur mengenai cybercrime (cyberlaw) dicantumkan dalam Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi eslektronik dimana undang-undang ini dibutuhkan untuk dapat mengatur dengan secara jelas dan lebih rinci sisi keamanan dan kepastian hukum dalam pemanfaatan teknologi informasi, media, dan komunikasi agar dapat berkembang secara optimal.

Dasar Hukum dibentuknya undang-undang ini yaitu Pasal 5 ayat (1) dan Pasal 20 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Mengenai sistematika Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik, undang-undang ini terdiri dari 13 bab dan 54 pasal, yang terdiri dari :

  • Bab I (pasal 1–2)

Tentang istilah-istilah penting yang terdapat dalam undang-undang ini dan mengenai daya laku undang-undang ini.

  • Bab II (pasal 3–4)

Tentang asas dan tujuan dari Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Transaksi Elektronik.

  • Bab III (pasal 5–12)

Tentang Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik dan/atau hasil cetaknya yang merupakan alat bukti hukum yang sah, tentang Tanda Tangan Elektronik.

  • Bab IV (pasal 13–16)

Tentang Penyelenggaraan Sertifikasi Elektronik, tentang Penyelenggara Sistem Elektronik.

  • Bab V (pasal 17-22)

Tentang Penyelenggaraan Transaksi Elektronik dalam lingkup publik ataupun
Privat, tentang Penyelenggara Agen Elektronik.

  • Bab VI (pasal 23–26)

Tentang Nama Domain berdasarkan prinsip pendaftar pertama, tentang Hak Kekayaan Intelektual.

  • Bab VII (pasal 27–37)

Tentang perbuatan-perbuatan yang dilarang dalam Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik.

  • Bab VIII (pasal 38–39)

Tentang penyelesaian sengketa dalam Sistem Elektronik dan/atau menggunakan Teknologi Informasi yang menimbulkan kerugian.

  • Bab IX (pasal 40–41)

Tentang peran pemerintah dalam pemanfaatan Teknologi Informasi dan Transaksi Elektronik, tentang peran masyarakat dalam pemanfaatan Teknologi Informasi dan Transaksi Elektronik.

  • Bab X (pasal 42–44)

Tentang penyidikan terhadap tindak pidana berdasarkan ketentuan dalam Hukum Acara Pidana dan ketentuan dalam Undang-Undang informasi dan transaksi elektronik ini, tentang Alat bukti penyidikan, penuntutan dan pemeriksaan di sidang pengadilan.

  • Bab XI (pasal 45-52)

Tentang ketentuan pidana.

  • Bab XII (pasal 53)

Tentang ketentuan peralihan.

  • Bab XIII (pasal 54)

Tentang ketentuan penutup.

Berdasarkan undang-undang tersebut hal-hal penting di dalamnya mengenai prinsip-prinsip hukumnya antara lain yaitu:

  1. transaksi elektronika
  2. nama domain berdasarkan prinsip pendaftar pertama, tentang Hak Kekayaan Intelektual
  3. perbuatan-perbuatan yang dilarang dalam pemanfaatan Teknologi Informasi dan Transaksi Elektronik
  4. peran pemerintah dan masyarakat dalam pemanfaatan Teknologi Informasi dan Transaksi Elektronik
  5. ketentuan pidana bagi pihak pelanggar dalam pemanfaatan Teknologi Informasi dan Transaksi Elektronik

Selangkapnya UU ITE No.11 Tahun 2008 di http://mbingungi.tk/